Rutinitas bersepeda, menyusuri sudut-sudut lain suatu destinasi menjadi hal yang menyenangkan. Bagi sebagian pesepeda, destinasi tujuan hanyalah bonus. Mereka tertarik menuju destinasi tersebut karena rutenya.

Minat pesepeda yang beragam menjadikan destinasi tujuan berbeda-beda. Tidak sedikit dari pesepeda gemarĀ blusukan, mendapatkan tempat baru yang masih sepi. Ada yang lebih tertarik dengan sepedaan di sekitaran kota, downhill ataupun uphill.

Pecinta Uphill di Jogja cukup banyak. Tidak jarang mereka sengaja mencari rute dengan tanjakan beragam. Tidak ada maksud khusus, mereka hanya ingin menikmati proses perjalanan dari tempat awal hingga akhirnya sampai di lokasi yang dituju.

di Jogja sendiri, perbukitan Menoreh, Mangunan, Kaliurang, hingga Gunungkidul mempunyai jalur yang beragam. Kontur perbukitan menjadikan tempat-tempat di sana menjadi destinasi yang mengasyikkan untuk dikunjungi.

Tentunya, setiap perjalanan di kawasan perbukitan mempunyai jalur yang membuat pesepeda antara kapok dan ketagihan. Rute yang didominasi tanjakan bukan sebuah momok yang menakutkan. Justru menjadi daya tarik tersendiri untuk dilewati dengan kayuhan pedal.

Ada banyak tanjakan yang selalu diingat pesepeda kala melintasinya. Tentu tanjakan-tanjakan tersebut menjadikan para pesepeda penasaran untuk melintasinya. Berikut tanjakan yang familiar dengan pesepeda di Jogja

Tanjakan Cinomati

Rute yang menghubungkan jalur Pleret – Patuk ini memang sudah dari dulu kondang. Bukan hanya pesepeda, hampir tiap hari ada berita tentang kendaraan bermesin yang mogok di tengah jalan kala melintas.

Bagi pesepeda, rute tanjakan Cinomati malah membuat penasaran. Tidak sedikit pesepeda yang sengaja untuk menjajal melintasi tanjakan tersebut. Cukup banyak yang bisa sampai atas. Namun, tidak sedikit pula pesepeda yang menuntun.

Tanjakan Nglingseng

Sekitaran Muntuk memang menjadi jalur yang mengasyikkan bagi pecinta tanjakan. Salah satunya adalah tanjakan Nglingseng. Kalian yang ingin menuju Puncak Becici atau sekitarnya bisa menjajal jalur ini. Dijamin menyenangkan.

Tanjakan Petir

Ada yang pernah lewat tanjakan Petir? Atau malah baru tahu tanjakan tersebut. Bagi yang penasaran dengan rute tanjakan ini, kalian bisa mencari info di perambah. Percayalah, tanjakan ini agak ada mirip-miripnya dengan tanjakan Cinomati.

Tanjakan “S” Kebun Teh Nglinggo

Perbukitan Menoreh memang menarik untuk dilewati dengan sepeda. Pemandangan dari atas adalah bonus kala kita sudah sampai destinasi tujuan. Salah satunya adalah Kebun Teh Nglinggo.

Untuk mencapai perkebunan Teh tersebut, kita harus melintasi jalur yang cukup membuat fisik terkuras. Namun, nantinya ketika sudah sampai di atas. Kita bisa leluasa berfoto menaiki sepeda di antara kebun Teh.

Tanjakan Suroloyo

Suroloyo menyajikan pemandangan yang indah kala pagi. Tidak sedikit wisatawan datang untuk memotret sunrise. Bagi pecinta sepeda, rute menuju Suroloyo penuh kejutan. Tanjakan beragam, hingga membuat kita merasa tiada berakhir.

Walau tanjakannya panjang dan seperti tidak habis. Tetap saja mengundang rasa penasaran bagi pesepeda untuk melintasinya. Hal ini terlihat tiap akhir pekan, pasti ada pesepeda yang mengayuh pedal sepedanya di sini.

*****

Selain tanjakan yang sudah ada di atas, masih banyak tanjakan lainnya yang mungkin lebih ekstrim ataupun panjang. Seperti jalur menuju Embung Sriten, Tanjakan Bibis, Tanjakan arah Gedangsari, jalur menuju Gua Cerme dan yang lainnya.

Jangan sampai lupa, utamakan fisik dan kebugaran. Jangan sampai ego mengalahkan semua. Sejatinya tanjakan itu bukan untuk ditaklukkan, tapi dinikmati tiap kayuhan pedal sepedanya. Jika memang tidak kuat, kita tetap bisa melewatinya dengan menuntun sepeda. Salam Gowes.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here