Sedari awal membeli sepeda, saya hanya berniat sepeda ini dijadikan sebagai sarana transportasi ketika berangkat kerja. Atau lebih dikenal dengan sebutah bike to work. Alasannya simpel, jarak lokasi yang tidak terlalu jauh salah satunya.

Setiap hari saya acapkali bertemu dengan pesepeda. Terkadang kami saling menyapa ataupun malah luput tidak menyapa. Pada dasarnya semua pesepeda ingin bersepeda dengan nyaman layaknya pengendara yang lainnya.

Di Jogja, jalur sepeda sudah ada. Namun, belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik karena berbagai faktor. Di Ibu Kota, sekarang sedang ramai-ramainya pemerintah memberikan fasilitas jalur sepeda yang memadai. Semoga diikuti daerah-daerah yang lainnya.

Berbicara tentang pesepeda, setidaknya saya dapat membagi para pesepeda itu itu menjadi beberapa kategori, khususnya bagi yang ada di Kota Jogja. Sebenarnya ini hanya menurut saya pribadi, pun jika salah silakan dibantah dengan tulisan.

Bike to Work – Bersepeda ke Kantor/Instansi

Acapkali saya berjumpa dengan teman-teman pesepeda ini. Kadang satu arah, pun juga berpapasan. Sepeda yang digunakan beragam. Di beberapa tempat dominan MTB ataupun Foldingkibe.

Para pekerja kantoran yang bersepeda tidak melulu menggunakan pakaian rapi. Lebih sering mereka mengenakan kaus seadanya. Nanti setelahs ampai di kantor mereka mandi dan mengganti pakaian lebih rapi.

Saya sendiri sedari tahun 2012 hingga sekarang masih aktif bersepeda ke kantor. Malah tiap akhir pekan jarang sepedaan. Dulu, saya dan teman-teman Bike to Work tiap rabu sore kumpul di Bunderan UGM. Berbincang santai dan kadang melanjutkan perjalanan ke Malioboro.

Bike to School/campus – Bersepeda ke Sekolah atau Kampus

Tidak sedikit anak-anak sekolah dasar menggunakan sepeda saat berangkat kerja. Saya sering berpapasan di sekitaran jalan Moses Gatotkaca. Hampir setiap hari saya berpapasan dengan anak SD menggunakan sepeda lipat sendirian.

Pun di sekitaran Demangan, seringkali saya berpapasan dengan siswa De Britto yang menggunakan sepeda roadbike ke sekolah. Ada pula yang menggunakan MTB. Contoh ini hanya dalam lingkup kecil. Saya percaya di Jogja, masih banyak anak-anak yang menggunakan sepeda ke sekolah.

Mahasiswa pun begitu. Setiap saya bersepeda di sekitaran UIN SUKA, tidak sedikit saya melihat mahasiswa/i yang bersepeda. Pun dengan mahasiswa yang sering berpapasan dengan saya saat di UGM.

Sepeda untuk Bekerja

Pernah melihat abang Siomay, Bapak-bapak penjual kuliner Putu, atau simbah-simbah yang menuju ladang menggunakan sepeda? Beliau-beliau itu bisa menjadi inspirasi kita saat bersepeda.

Tanpa memikirkan merek sepeda, jenis sepeda, atau berapa harga sepedanya. Mereka senantiasa menggunakan sepeda sebagai alat transportasinya. Semoga orang-orang seperti mereka tetap diberi kesehatan.

Sepeda sebagai sarana Prestasi

Sebagian besar bagi kita bersepeda hanyalah hobi. Sekadar hobi yang tidak pernah kita tekuni dengan mendalam. Berbeda dengan orang-orang yang lebih peka dan memilih minatnya di dunia sepeda. Mereka menjadikan sepeda sabagai sarana untuk menghasilkan sesuatu.

Berawal dari hobi, sebagian pesepeda menggeluti profesi menjadi atlit. Ada yang minatnya di downhill, Balap, atau yang lainnya. Mereka ini yang benar-benar setiap hari melatih fisik untuk menjadi lebih baik. Kita doakan suatu saat muncul atlit-atlit sepeda dari teman-teman Jogja Gowes

Bersepeda akhir pekan

Sabtu-minggu menjadi waktu yang luang para pekerja. Mereka sibuk di hari kerja dan baru bisa santai pada saat akhir pekan. Ini yang menjadi satu alasan jika sebenarnya banyak pesepeda di Jogja. Bisa dilihat saat akhir pekan, begitu ramai pesepeda.

Mulai dari mereka yang sepedaan sendirian, berdua, hingga dalam satu kelompok besar. Berbagai minat menjadi satu, kopdar, dan saling berbagi foto di lini masa. Jika tidak percaya, lihatlah Grup Facebook Jogja Gowes, tiap akhir pekan bakal banyak postingan sepeda yang diunggah.

Kalian jangan khawatir jika datang sendirian. Silakan main-main ke Tugu, Warung Ijo, atau tempat yang lainnya. Silakan sapa pesepeda, pastinya nanti tidak sendirian lagi. Sejatinya pesepeda itu orangnya guyup-guyup.

Sepeda sebagai properti foto

Makin melejitnya media sosial khususnya Instagram, selaras dengan orang-orang ingin mempunyai konten foto yang beragam. Salah satunya dengan foto bersama sepeda. Foto bareng sepeda yang utama, gowesnya suka-suka.

Mungkin berawal dari suka foto bersama sepeda, nantinya mereka juga pada akhirnya suka sepedaan. Tentu seperti itu yang kita harapkan. Lagi-lagi, cara menebar virus untuk bersepeda memang beragam.

*****

Jadi kalian tipe pesepeda yang mana? Jangan minder dengan jenis sepeda kita, siapa kita, atau seberapa jauh kita bersepeda. Sejatinya, ketika kita sudah menyempatkan bersepeda adalah suatu prestasi tersendiri. Salam Gowes!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here